Cinta tetap bergelora dalam mahligai rumah tangga

Posted on
  • by
  • ابوالياس
  • in
  • Label:
  • gif love Pictures, Images and Photos
    Cinta mengandung beribu makna. Cinta adalah ketulusan, kesetiaan, dan pengorbanan. Berbicara cinta jangan lagi berhitung berapa yang telah aku berikan kepada pasangan dan berapa pula yang akan aku terima. Karen a cinta bukanlah sebuah transaksi.
    Kalau bukan karena cinta tak sudi dahan berkelit berkelin dan, kalau bukan karena cinta tak sudi awan meratapi tandusnya bumi, tapi karena cinta bumi tersenyum renyah menyambut hadirnya musim bunga. Cinta memang aneh.

    Rumah tangga adalah panggung untuk melabuhkan segala cinta yang dalam realitasnya tidak sedikit yang gagal menjalankan perannya. Di dalamnya kekerasan, kejengkelan, dan pengkhianatan bahkan balas dendam terjadi. Akibatnya bukan kebahagiaan yang didapat, justru kesedihan yang terus mendera. Data menunjukkan, selama kurun waktu tahun 2008 perceraian tercatat 200 ribu kasus. Perceraian ini lebih banyak menimpa non pegawai negeri sipil. Banyak ragam penyebab perceraian, dari tekanan ekonomi, perselingkuhan, dan ketidak harmonisan. Masalah terakhir inilah yang banyak menjadi penyebab.
    Adalah ironis lembaga perkawinan yang diharapkan dapat menghadirkan keindaan itu harus kandas di tengah jalan, karena masing-masing tidak lagi dapat mengendalikan diri.

    Agar perkawinan tetap abadi dan cinta tetap bersemi ada baiknya mencermati jurus berikut ini ;

       1. Cinta itu tindakan bukan impian
          Seorang suami datang ke psikolog mengeluhkan kondisi dirinya yang tidak lagi menyintai istrinya. Cintaku telah layu’ katanya. ’Baik’ kata psikolog itu, apakah dulu Anda mencintai istrimu ? O, tentu aku sangat menyintainya. Apa yang engkau lakukan saat itu agar cintamu tetap membara ? kata psikolog melanjutkan pertanyaannya. Aku beri dia hadiah, makan malam berdua di tempat yang romantis, atau kadang pergi bersama ke pantai. O, begitu ? tukas psikolog. Sekarang aku temukan obatnya. Lakukan hal-hal di atas saat engkau merasa cintamu mulai layu niscaya cinta itu akan bersemi kembali. Gampang bukan ?.

       2. Toleran terhadap kondisi pasangan
          Hal yang paling menyakitkan apabila seorang suami melihat istrinya bergembira sedangkan ia berselimut kesedihan, demikian pula sang istri. Karena hal itu akan menyebabkan pasangan menjauh darinya. Bahkan akan menambah problema lebih parah. Akan lebih baik bila pasangan ini toleran terhadap kondisi pasanganya dan saling memahami. Ketika melihat pasangannya gembira ia ikut tersenyum. Sebaliknya, bila melihat pasangannya bersedih ia pun turut meringankan. Sikap Khotijah ummul mukminin ketika menyambut Rasulullah sepulang menerima wahyu dari Allah patut menjadi teladan kita semua.

       3. Beri support dan sanjungan
          Mungkinkah mawar akan tumbuh berkembang tanpa disiram ? Tentu tidak. Cinta itu laksana mawar, perlu dipupuk dan disiram. Pupuk dan air bagi cinta adalah support dan dorongan. Yang dimaksud dorongan adalah menggelorakan semangat untuk terus memberi dengan cinta dan tulus ikhlas. Maka dari itu sanjunglah pasangan Anda dan jangan hinakan dirinya.

       4. Ubahlah rutinitas hidup
          Banyak orang yang merasa bosan dan jemu menjalani rutinitas hidup sehari-hari, layaknya mesin saja. Pagi menanak nasi, mencuci pakain, piring, memandikan anak, menyetrika, menyapu, dan mengepel lantai serta masih banyak pekerjaan rumah bagi sang istri. Hari demi hari hingga menjadi minggu rutinitas itu senantiasa dilakukan tentu amat menjemukan. Pun demikian pergi ke kantor atau pabrik berangkat pagi-pagi dan baru pulang sore hari begitu terasa membosankan. Oleh karena itu, agar tercipta nuansa baru dan keceriaan hadir di tengah keluarga, ada baiknya mencoba aktivitas berikut ; lakukan pekerjaan baru yang belum pernah Anda lakukan. Pergilah Anda berdua ke suatu tempat yang tidak ditentukan tujuan sebelumnya. Bacalah suatu kitab dengan suara keras secara bergantian. Rekam beberapa suara kemudian tebak suara pasanganmu, atau lomba lari dengan pasangan di pasir? Semua ini tentu akan menghadirkan warna lain dalam keluarga dan jenuh pun berubah menjadi keceriaan.

       5. Nikmati Kebahagiaan
          Secara umum hidup itu bersi kesenangan dan kepedihan. Gembira dan duka. Sedang kepedihan dan duka lebih dominan ketimbang senang dan gembira. Karena itu adalah tidak cerdas bila kita mengikuti kesedihan itu.
          Sebaliknya tindakan cerdas adalah mencari dan menciptakan kebahagiaan serta tidak menyia-nyiakannya. Karena itu ketika Anda berdua berada dalam kebahagiaan, maka nikmati kebahagiaan itu dan biarkan kebahagiaan itu mengalir. Jangan engkau recoki dengan hal-hal yang menyedihkan. Ada sebagian pasangan yang menyangka ketika dalam kebahagiaan ia berfikir saatnya untuk mendiskusikan pertengkaran yang lalu, jelas ini akan mengeruhkan suasana. Boleh jadi akan menciptakan kesulitan baru. Jangan mencari-cari kesulitan, sebab kesulitan dan problema itu tidak perlu dicari akan datang sendiri.

       6. Hadirkan kesakralan
          Perkawinan menurut Islam bukan hanya lembaga untuk memenuhkan kebutuhan biologis dan jasmani semata. Ketika syahwat terpenuhkan dan perut terkenyangkan kemudian persoalan selesai. Memang kedua hal itu tidak bisa dinafikan, namun ketika orientasi itu hanya berkisar pada perut dan yang di bawah perut, maka tidak ada bedanya dengan makhluk lain.
          Perkawinan itu harus mempunyai tujuan mulia, yaitu bagaimana secara bersama semua anggota keluarga dapat menghantarkan para penghuninya dekat kepada penciptanya. Ketika hal itu menjadi orientasi, maka kesulitan-kesulitan yang menghadang akan terasa ringan. Perbedaan pendapat dapat segera diselesaikan.
          Akhirnya cinta itu memang berhubungan dengan hati. Sesuai dengan namanya ’qolbu’ sering berubah-ubah, hari ini cinta besok benci. Hati, sabda rosululloh laksana bulu yang dengan ringan terbang diterpa angin.
          Hati itu ada di genggaman Sang Pencipta, karena itu jangan pernah putus hubungan dengan Penguasa hati, untuk senantiasa memohon agar hati ini tetap setia pada cinta, yang menghantarkan cinta kepada cinta-Nya.

    0 komentar:

    Posting Komentar

    koment :

     
    Copyright (c) 2011 Moslemblog's byAbu ilyas.