Tips cara berdagang

Posted on
  • by
  • ابوالياس
  • in
  • Label:
  • Saudaraku, semoga Allah memuliakanmu dengan kebaikan-kebaikan, dan semoga Allah menolong saudara kita di atas dengan kemurahan-Nya. Amin. Saat Anda menghadapi masalah apapun dalam bisnis,
    termasuk masalah yang menjengkelkan, membuat hati tidak sabar, bahkan kita hampir putus-asa; ketahuilah, jika Anda menghadapi masalah seperti itu, berarti Anda benar-benar sudah masuk dalam PROSES BELAJAR bisnis. Jangan lemah, jangan menyerah, sebab Anda sedang mulai belajar memahami REALITAS bisnis. Inilah cara Allah Ta’ala mengajarkan ilmu usaha kepada Anda. Sekali lagi, jangan menyerah, jangan putus-asa.

    Saudaraku, ketika Anda sedang berjualan, maka setiap orang yang melihat dagangan Anda, sebenarnya peluangnya fifty-fifty (50 : 50). Siapapun dirinya, apakah orang berdompet tebal atau tipis, peluangnya 50 : 50. Bisa jadi dia akan membeli, atau tidak. Kalau dalam sehari, dagangan Anda banyak dibeli orang, itu tandanya banyak orang yang memilih opsi (pilihan) membeli. Kalau dalam sehari, dagangan Anda sepi pembeli, itu tandanya banyak orang memilih opsi tidak membeli. Tetapi pada awalnya, semuanya 50 : 50. Prinsip ini harus Anda ingat. Jika suatu saat Anda sepi pembeli, maka di saat lain akan ramai. Begitu pula sebaliknya.
     
    Saudaraku, jika kenyataan yang ada, peluang orang tidak membeli dagangan Anda lebih besar daripada peluang mereka membeli, berarti ada kesalahan-kesalahan, atau kelemahan dalam cara Anda berjualan. Maka dalam tulisan ini -dengan ijin Allah- akan saya sampaikan cara memperbaiki cara kita berjualan. Harapannya, semoga nanti dagangan Anda lebih laku dan lancar, dengan pertolongan Allah.
     
    Ketika Anda memulai membuka sebuah toko, gerai, outlet, stan, warung, atau berjualan dengan gerobak di pinggir jalan, atau berjualan asongan, apa yang ada dalam pikiran Anda? Apakah Anda membayangkan, dalam sehari akan laku sekian-sekian, lalu untung sekian, sehingga sebulan dapat sekian-sekian? Apakah Anda membayangkan, orang-orang akan datang berjubel antri membeli barang Anda, sampai mereka harus diatur dengan kupon antrian? Dan seterusnya dan seterusnya.
     
    Berikut ini sebuah PRINSIP BESAR yang harus selalu Anda ingat, sebelum membuka sebuah toko, gerai, warung, atau berdagang dengan cara apa saja yang Anda mampu.
     
    Sebelum Anda memutuskan untuk berjualan ini dan itu, membuka toko ini dan itu, menerapkan strategi ini dan itu, maka POSISIKAN DIRI ANDA SEPERTI KONSUMEN. Anda jangan memposisikan pandangan Anda seperti seorang pedagang, tetapi harus seperti konsumen. Kalau menuruti nalar pedagang, cenderung selalu subyektif. Para pedagang tidak ada satu pun yang mau mencela bisnisnya sendiri. Maunya selalu disebut baik terus. Tetapi kalau mengikuti nalar konsumen, hal itu akan lebih mendekatkan kepada keberhasilan.
    Bagaimana caranya?
     
    Caranya, Anda ajukan sebuah pertanyaan kepada diri Anda sendiri: “Kalau saya sebagai konsumen, alasan apa yang membuat saya berminat membeli barang di toko ini?” Padahal toko itu sebenarnya adalah toko Anda sendiri. Tapi disini Anda mencoba berpikir seperti para konsumen.
     
    Kalau jawaban Anda atas pertanyaan di atas sebagai berikut: “Toko ini sungguh tidak menarik, tempatnya lusuh, barangnya mahal, orangnya judes. 100 % toko ini tidak menarik sama sekali. Lebih baik beli ke toko China.” Berarti, memang dalam toko Anda ada banyak masalah yang membuat konsumen enggan membeli.
    Termasuk kalau Anda berjualan asongan di pinggir jalan, Anda juga harus bertanya, “Alasan apa sih yang membuat saya merasa senang membeli barang-barang ini?” Kalau Anda kesulitan mendapatkan alasan-alasan itu, berarti para konsumen lain juga tidak jauh beda. Kalau Anda sendiri saja tidak tertarik, bagaimana orang lain akan tertarik?
     
    Nah, faktor nalar konsumen ini sangat penting untuk dibaca. Sebelum bisnis, coba tanya diri Anda sendiri, apa saja alasan-alasan yang membuat Anda mau membeli suatu barang di sebuah toko? Jika banyak alasan positif yang diperoleh, itu tandanya bisnis Anda bisa berkembang baik. Karena, bagaimanapun wahai Saudaraku, selera konsumen satu dengan lainnya, tidak jauh beda. Selera Anda dengan selera orang lain, tidak jauh beda. Apa yang Anda suka, cenderung disukai juga orang lain. Begitu pula sebaliknya.
    Lalu apa saja faktor yang bisa membuat konsumen suka dengan toko, gerai, warung, atau dagangan kita? Berikut ini faktor-faktor yang layak Anda cermati:
     
    [1] Suka karena murahnya. Nah, ini dia kunci bisnis di Indonesia. Meskipun kemudian banyak orang menyalah-gunakan kecenderungan orang Indonesia membeli barang murah.
     
    [2] Suka karena kualitas barang yang dijual standar. Ini penting. Jangan menjual barang yang kualitasnya terlalu jauh di bawah standar. Masyarakat bisa mengenal barang baik dan buruk. (Kalau sulit menjual barang yang berkualitas semua, lakukan pencampuran produk. Sebagian berkualitas bagus, sebagian murah meriah. Ini nanti bisa diterapkan mekanisme “subsidi silang”).
     
    [3] Suka karena pelayanan yang ramah dan santun. Ini juga sangat penting. Kita harus bisa “merebut hati konsumen”, meskipun mereka tidak jadi membeli barang kita. Kalau konsumen sudah TERKESAN, insya Allah dia nanti akan balik kembali, dan biasanya akan memberi “promosi gratis”.
     
    [4] Suka karena lokasi mudah dijangkau. Lokasi yang dekat dengan konsumen, tidak membuat orang kesulitan datang, itu lebih berpeluang dituju pembeli. Pembeli dimanapun ingin solusi instan (cepat). Maka jangan dibuat lebih rumit. (Disini ada sisi kelebihan toko biasa dibandingkan supermarket. Di supermarket ada kasir, bon, dan birokrasi yang membuat orang malas kesana. Ini harus dimanfaatkan.
     
    [5] Suka karena tempatnya bersih, rapi, barang-barang ditata secara elok. Daripada membeli di sebuah warung yang bentuknya seperti “sarang tikus”, lebih baik membeli di supermarket yang barangnya diatur sangat rapi (bahkan ruangan dibuat wangi lagi). Maka, jagalah kebersihan tempat usaha Anda.
     
    [6] Suka karena fasilitas memadai. Misalnya, ada lahan parkir yang cukup, ada tempat sampah, ada satu dua kursi tempat duduk di depan toko, disediakan tissue gratis, dll. Ini namanya fasilitas tambahan. Kelihatannya sepele, padahal bisa menjadi nilai tambah berharga.
     
    [7] Suka karena banyak pilihan. Semakin beragam barang yang dijual, orang semakin senang. Sebab mereka bisa memilih sesuai pilihan dan kemampuan.
     
    [8] Suka karena konsep interior yang menarik. Sebagian orang menyukai toko/gerai/warung yang peduli dengan estetika (keindahan). Semakin bagus konsep estetika-nya, insya Allah semakin baik. Tetapi juga jangan terkesan mewah, rumit, komplek; nanti orang malah takut datang kesana, karena dianggap terlalu wah. Jadi, tampilan estetik itu bisa diatur dengan biaya rendah, konsep simple, tapi efek maksimal.
     
    [9] Suka karena penampilan pedagangnya rapi dan bersih. Barangnya bisa sama, harganya bisa sama, tetapi kalau penampilan penjualnya berbeda, konsumen lebih suka memilih penjual yang “sedap di pandang”. Misalnya, ketika sedang jualan Anda terlalu sering membersihkan hidung Anda dengan jari-jari, dijamin para pembeli akan menjauh. “Hih, ngapain membeli makanan di “para penambang” hidung. Amit-amit deh,” kata konsumen nanti.
     
    [10] Suka karena Allah menolong perdagangan Anda. Caranya, banyak-banyaklah istighfar kepada Allah. Istighfar ini akan membuka pintu-pintu pertolongan Allah. Tetapi istighfarnya jangan keras-keras, kalem saja, pelan-pelan, kalau bisa lirih (seolah bibir Anda tidak terlihat bergerak). Selagi tidak bicara dengan orang, terus istighfar, insya Allah hal ini akan membuat hati manusia cenderung kepada usaha Anda.
    Dalam praktiknya, Anda silakan mengadakan faktor-faktor di atas sekuat kemampuan. Tidak harus semuanya disediakan. Semampunya saja. Tetapi pada faktor-faktor yang mampu Anda sediakan itu, lakukan MAKSIMALISASI. Maksimalkan faktor-faktor tersebut, terutama untuk menutup faktor-faktor lain yang tidak sanggup Anda penuhi. Sekaligus demi rasa syukur kita kepada Allah Ta’ala. Cara mensyukuri nikmat Allah, salah satunya dengan memaksimalkan karunia yang Dia berikan.
    Nah, demikian. Semoga saran-saran ini bermanfaat. Teruslah berusaha, jangan putus harapan. Insya Allah ada kemenangan dan kejayaan di balik usaha-usaha Anda. Allahumma amin ya Karim.
    Walhamdulillah Rabbil ‘alamiin.

    7 komentar:

    Anonim mengatakan...

    Alhamdullillah thanks for your info, may Allah blesses you Bro....as salaamualaikum.

    indhasyahruddin thoiyeb mengatakan...

    Alhamdulillah..,amat sgat bermanfaat,insya Allah,Allah membri pahala yg lebih bgi siapa sj yg mengajarkn ilmunya.TQ

    Anonim mengatakan...

    alhamdulillah , thank you very much atas ilmu2 anda , semoga berkah :)

    isa_baraja mengatakan...

    izin copy-paste ya.. krn infonya bermanfaat bagi orang banyak... thaks

    dede mengatakan...

    keren saranya mantap

    Meetha's Cake mengatakan...

    ijin share link nya yaa..tq

    dila mengatakan...

    syukron atas infonya.. sukses selalu

    Poskan Komentar

    koment :

     
    Copyright (c) 2011 Moslemblog's byAbu ilyas.