Harapan seorang ibu.

Posted on
  • by
  • ابوالياس
  • in
  • Label:
  • Anakku, maafkan orang tuamu..                              
    selalu tak sabar ingin kamu cepat besar
    selalu tak sabar ingin segera memberi kau bekal
    lupa bahwa kamu belum mengerti
    lupa bahwa kamu belum memahami

    Karena saking gembiranya kami
    Karena kamulah anugerah Alloh yang di tunggu tunggu

    Anakku maafkan orang tuamu
    Karena saking cintanya selalu memaksakan kehendak
    Tapi saking cintanya kamu, selalu menurut kata orang tua
    Sehingga sering tersandung-sandung
    karena tidak mengerti yang kami maksud

    Anakku, maafkan orang tuamu
    karena ingin cepat mempunyai menantu
    dan ingin segera menimang cucu
    Karena hanya kamu anakku
    Maka kami ingin memilihkan menantu untukmu
    walau kamu selalu membantah
    tetapi selalu menurut
    akhirnya berakhir dengan ketidak bahagiaan

    Anakku, maafkan orang tuamu..
    Karena masih selalu menganggap dirimu anak kecil
    Sehingga kami selalu ingin mengaturmu
    Hingga semua orang menyalahkanmu
    Padahal itu semua karena nafsuku
    Yang selalu memaksakan kehendak'
    Karena hanya ingin membahagiakanmu

    Anakku, kami berjanji..
    Mulai sekarang kami akan demokratis
    dan memberikan kamu keleluasaan untuk memilih
    karena kamu sendirilah yang akan merasakan
    Karena kamu sendirilah yang akan menanggung akibatnya

    Bukan kami, karena kami hanya bisa melihat...
    Kupikir yang kami lihat bagus akan membahagiakanmu
    ternyata tidak...
    Kamu telah sengsara akan ulah orang tuamu
    Yang terlalu cinta kepadamu
    dengan se gudang angan angan cita dan harapan
    sehingga selalu memanjakanmu

    Sekarang kami akan sabar menunggu
    sampai engkau siap untuk menerima semuanya
    sampai engkau siap untuk melaksanakan segalanya
    karena pendewasan sikap itu perlu proses
    tidak bisa sekejap dan hanya disulap
    Orang tuamu akan sabar menunggu, anakku..

    0 komentar:

    Posting Komentar

    koment :

     
    Copyright (c) 2011 Moslemblog's byAbu ilyas.